Senin, 29 Maret 2010

Rutinitas yang Melelahkan

Kuliah di 2 kampus plus kerja partime, kedengarannya begitu hebat...Tapi apa sebenarnya yang bisa kubanggakan...???Aku tetap aja kesepian ditengah rutinitasku yang padat. Aku tak punya tempat untuk berkeluh kesah...Rutinitas ini memang sangat melelahkan, badanku remuk-remuk setiap harinya. Tak ada lagi waktuku untuk bercanda dengan teman-teman. Saat-saat senggangku hanya pada waktu kerja dan itu pula yang kugunakan untuk mengerjakan tugas-tugas kampuz yang sangat banyak.

Kesibukanku tahun 2010 memang tidak main-main...diUNM ambil 26 SKS dengan perkuliahan 3 hari dan diHndayani 23 SKS dengan perkuliahan 4 hari...Waktu kerjaku sedikit terusik tapi sebisa mungkin aku tak ingin ada yang dikorbankan karena buat aku pekerjaan adalah sumber dana untuk membiayai kuliahku yang tentu saja menghabiskan banyak dana.

Rutinitas ini sangat menyita pikiran dan tenagaku. Aku tetap berusaha menjaga kesehatan karena itu yang paling utama. Sangat fatal akibatnya kalau aku sakit meski itu 1 hari saja. Aku semakin mudah strezz, masalah pribadi mencoba aku kesampingkan karen aku pikir hanya akan menghambat planning masa depanku. Aku kadang merasa mendzalimi diriku. Tapi aku yakin ada sesuatu yang indah akan kupersembahkan untuk orang-orang terdekatku suatu saat nanti. Aku ingin menyenangkan mama, memberikan kejutan hadiah setiap saat dan segala hal yang sampai saat ini belum bisa aku lakukan. Hatku rasanya teriris sedih ketika mengingat keinginan mama untuk punya HP Kamera...keinginannya untuk punya laptop kecil yang bisa digunakannya menghabiskan masa tuanya...Ya Allah...kapan aku bisa mewujudkannya...???Tak terasa air mataku menetes. Permintaan sederhana mamaku belum mampu aku penuhi...

Minggu, 28 Maret 2010

Kehilangan

Entah perasaan seperti apa yang kuarsakan saat ini. Satu persatu orang yang kusayangi pergi meninggalkanku...aku kehilangan, sangat kehilangan...Orang yang kuanggap sahabat sekaligus saudara ternyata perasaan sayangnya ke aku hanya sebatas ini saja. Hanya karena rasa sakit hantinya kepada seorang perempuan, persahabatan kami menjadi korban. Aku benci air mata, aku benci kehilangan seperti ini. Tak ada seorang pun yang tulus memberikan kasih sayangnya. Sebegitu tak berartinya aku kah sehingga harus seperti ini...???

Mungkin memang tak ada persahabatan yang tulus. Baru 4 bulan aku merasakan indahnya persahabatan, canda tawa seorang sahabat tapi kini aku kehilangan lagi. Aku pernah merasakan sakit karena cinta tapi ternyata sakit hari ini jauh lebih sakit. Aku tak punya lagi tempat berkeluh kesah, aku tak punya lagi tempat bermanja, aku tak punya lagi tempat melampiaskan kekesalanku saat aku penat dengan rutinitas. Semuanya tak ada lagi...engkau pergi dari kehidupanku begitu cepat hingga aku baru menyadari saat aku menoleh dan tak ada lagi dering telpon setiap harinya...tak ada lagi bunyi pesan sms setiap saat menanyakan kabarku...sekedar menyapaku dengan botto...

Aku merindukanmu...sangat merindukanmu...Entah sampai kapan????Aku ingin menikmati rasa sakit karena kepergianmu dan tak ingin kuobati seperti rasa sakitku yang lain...
Kini hari-hariku menjadi sunyi...tak ada lagi mimpi-mimpi indah kebersamaan kita...Ini adalah pilihanmu dan semoga tak ada penyesalan...kehadiranmu memberikan banyak warna dalam hidupku dan mengajari aku tentang ketulusan persahabatan yang hanya ada dalam khayalanku...Aku tak percaya lagi dengan siapapun...

Senin, 15 Maret 2010

Kumerindukanmu

Entah perasaan seperti apa yang kurasakan saat ini...Aku merindukanmu lagi, sangat merindukanmu..5 bulan sudah berlalu sejak badai menggoncang hubungan kita. Masih terlalu sulit buat aku lepas dari bayang-bayangmu. Akan dibawa kemana hubungan ini, aku hanya pasrah menyerahkannya pada takdir kehidupan. Aku tak berani lagi bermimpi, tak berani lagi berharap...Semuanya terlalu menyakitkan, aku seperti kekasih yang tak dianggap di matamu. Entah sampai kapan aku harus merasakan seperti ini. Rutinitas yang sangat padat bahkan tak mampu membuatku melupakanmu.

Hari ini kamu membuatku menangis lagi...aku ingin pergi jauh, batinku lelah dengan ini semua. Aku terlalu mencintaimu dan ini membuatmu seenaknya memperlakukan diriku.

Kisah yang telah Usai


Saat kita bersama…
Ada sejuta mimpi dalam khayalanku
Selaksa bahagia yang tak mampu aku ungkapkan
Ingin aku raih bersamamu…

Namun saat terakhir aku tak mampu menahanmu untuk pergi
Aku tak berdaya untuk memintamu tetap bersamaku
Meski kuakui kutak mampu melangkah tanpamu
Namun takdir seolah memaksaku pergi dan melupakanmu

Dan hari ini…
Kau hadir ingin menyapa kisah yang lalu
Tak kupungkiri, aku masih mengingatmu dengan segala kisah yang pernah ada
Namun hatiku tak mampu mengulang kisah dulu yang penuh dengan keangkuhanmu
Terima kasih atas kisah yang sempat terukir
Meski sakit namun kutak sesali semuanya
Biarkan cerita itu berlalu dan menjadi kenangan
Hingga aku mampu melabuhkan cintaku yang terakhir

Minggu, 14 Maret 2010

Duniaku Gelap Tanpamu


Kenapa kegembiraan itu harus pergi????
Seolah waktu tak kuasa menampungnya
Kenangan-kenangan itu seolah berlari meninggalkanku
Begitu cepat berlalu…

Banyak hal yang pernah kita lewati bersama
Kadang kesal, benci, dan kecewa
Kadang ada tawa dan air mata
Semua kita lalui dengan segala kekurangan yang kita miliki

Aku terharu, aku menangis
Saat aku menoleh ternyata engkau tak berada di sampingku lagi
Aku baru sadar kau telah pergi meninggalkanku untuk mengejar kebahagiaanmu
Duniaku terasa gelap tanpamu

Sabtu, 06 Maret 2010

Benci di Ruang Cinta


Masa itu adalah masa yang paling sulit buatku…
Terlalu banyak air mata, terlalu banyak pengorbanan
Hingga aku menyerah pada keadaan
Semua yang kutakutkan akhirnya terjadi

Ingin aku menangis…
Karena hati dan pikiranmu tak sedikitpun padaku
Semua janji yang pernah terucap
Kini telah usai ditelan waktu

Badan ini menanggung sakit tanpa penawar
Menanggung lara tiada pelipur
Aku tak sanggup lagi
Melawan benci di ruang cinta

Aku tak kuat lagi…
Maafkan aku kalau membisu
Karena sudah tak ada kata lagi
Diriku sudah tak bisa lagi menjadi yang terbaik untukmu

Biarlah semuanya berlalu…
Aku kan selalu menunggu di sini dalam kesepian
Meratapi yang telah terjadi
Memang ada yang lebih baik untukmu

Selasa, 02 Maret 2010

Arti Seorang Sahabat

Sepinya malam terus berlalu
Hatiku terpasung dalam kesepian
Membuatku terhempas dalam khayalan kepahitan
Menggugurkan sejuta asa yg pernah ada

Dalam kesepian malam….
Kau hadir menemaniku dengan kemesraan
Seakan tiada bosan untuk menghibur semua keresahan hatiku
Aku merasa berarti bersamamu

Seberat apapun masalahku
Sekelam apapun masa laluku
Kau tak pernah bersembunyi dan pergi dariku

Sobat….
Siramilah aku dengan kasih dan sayangmu
Jangan biarkan aku terkulai lemah dalam kehampaan
Saat diriku terpasung rindu

Senin, 01 Maret 2010

Perpisahan

Semuanya telah usai…
Kini tak ada lagi terang di hatiku
Saat aku sadar dan mengerti tiada lagi diriku dalam genggaman jiwamu
Berdiri aku di sini menata pintu yang telah tertutup
Dalam sadar kucoba memahami semua kenyataan ini
Kucoba mengenang masa-masa indah kebersamaan
Sejenak aku merasakan kebahagiaan

Namun…aku tersadar dalam lamunanku
Aku berada di ujung jalan
Tak ada lagi dermaga cinta tempat aku menepi
Sayap-sayapku telah patah
Aku baru sadar kalau diriku sangat terluka
Hingga begitu sulit untuk beranjak dari masa lalu

Kubutuh waktu untuk berfikir
Menentukan langkahku, langkah yang harus kujelang
Kuakan melangkah lagi…
Tapi bukan langkah yang dulu pernah kutempuh

Kecewa

Saat kita bersama…

Ada sejuta mimpi dalam khayalanku

Selaksa bahagia yang tak mampu aku ungkapkan

Ingin aku raih bersamamu…

Namun saat terakhir aku tak mampu menahanmu untuk pergi

Aku tak berdaya untuk memintamu tetap bersamaku

Meski kuakui kutak mampu melangkah tanpamu

Namun takdir seolah memaksaku pergi dan melupakanmu

Dan hari ini…

Kau hadir ingin menyapa kisah yang lalu

Tak kupungkiri, aku masih mengingatmu dengan segala kisah yang pernah ada

Namun hatiku tak mampu mengulang kisah dulu yang penuh dengan keangkuhanmu

Terima kasih atas kisah yang sempat terukir

Meski sakit namun kutak sesali semuanya

Biarkan cerita itu berlalu dan menjadi kenangan

Hingga aku mampu melabuhkan cintaku yang terakhir