Rabu, 14 Juli 2010

Hari-hari yang membosankan….


Aku mulai merasakan kejenuhan, udah hampir 1 bulan lamanya tanpa rutinitasku seperti dulu sebelum aku memutuskan untuk operasi pengangkatan kista dan ovariumku yang sebelah kiri. Keputusan operasi membuat kebebasanku untuk beraktivitas terenggut. Tapi tak ada yang bisa kusesali, aku bahkan harus mensyukuri semua langkah yang kuambil adalah yang terbaik untuk hidupku selanjutnya. Aku mulai merasakan sepi, tadi subuh mama udah berangkat ke kampung dan tak bisa menemaniku seperti dulu karena ada sesuatu hal yang lebih penting menunggunya. Aku tak boleh egois, 24 hari mama menemaniku dan mengorbankan liburan panjangnya untuk menjaga dan menemaniku menghadapi hari-hari tersulit dalam hidupku. Ada rasa kehilangan saat mengantar mama naik ke mobil subuh tadi, tapi aku berusaha tegar dan tak menampakkannya di depan mama. Bahkan berulang kali aku yakinkan mama kalau aku sudah bisa melakukan semua kegiatanku di rumah sendiri. Aku sudah bisa ke kamar mandi, aku sudah bisa bangun dan berdiri sendiri meski semuanya masih sangat pelan tapi aku yakin akan semakin kuat.

Jumat, 02 Juli 2010

Pagi ini aku terbangun dengan panik....
infusku berdarah...aduh darahnya naik sampai ke selang-selangnya
kubangunkan mama yang tertidur di tempat tidur di sampingku...Aku bisa melihat raut wajah yang sangat kwatir dan panik. Kucoba menenangkannya, ngga pa-pa ko' ma..tolong panggil suster jaga...
Tanpa peduli penampilannya yang kusut karena baru bangun tidur, mama bergegas ke ruang perawat yang tak jauh dari ruanganku
segerombolan perawat-perawat praktekpun datang, ada yang sekedar melihat saja tapi ada jg yang dengan cekatannya menutup infusku dan meminta tempat-tempat untuk mengeluarkan darah yang tersumbat..
ko' bisa sampai gini???sambil menyedot darah yang tersumbat, suster yang maniezt itu bertanya kepadaku...
dengan tersenyum pula aku jawab..ngga tau juga nih de'...kyaknya tanganku udah ngga sanggup, udah terlalu bengkak jadi darahnya tersumbat terus...apa ngga lebih baik dipindahkan di tangan kanan
hiks..hiks...tapi pasti sakit banget karena harus ditusuk lagi yang baru padahal tanganku udah bengka-bengkak semua karena suntikan
suster itu pun tersenyum sambil menjawab "dikompres aja dulu ini yang bengkak, susah juga kalau mau dipindahkan karena urat nadinya kecil banget jadi harus berkali-kali ditusuk baru bisa dapat.
kasian juga sama kk kesakitan terus setiap harinya. 
Akhirnya infusnya selesai dibersihkan dari darah yang tersumbat...pedisnya ngga terasa karena sambil cerita sama suster yang maniezt...he..he..
ingat tangannya dikompres dengan air hangat ya supaya bengkaknya berkurang dan aliran darahnya bisa lancar kembali, tangannya yang diinfus jangan digunakan bertumpu kalau mau bangun karena itu yang bikin darahnya tersumbat.
Truz satu lagi kalau ke kamar mandi ingat infusnya ditutup dulu...pesan suster sebelum keluar dari ruanganku sambil tersenyum.

Mama tolong ambilkan air panas sebentar ya untuk kompres tanganku, udah sakit banget bengkaknya nih...ucapku sama mama yang masih bengong dengan kejadian tadi
iya sayang sebentar ya kalau rahma udah datang karena mama ngga tau tempat air panas disebelah mana, jawabnya dengan nada khawatir
iya ngga pa-pa tungguin rahma saja, jangan kwatir seperti itu. Anti ngga pa-pa mamaku sayang, kucoba untuk menenangkan hati mama dengan mengajaknya bercanda. 
Aku tahu mama adalah orang yang paling merasakan beratnya beban pikiran selama aku di Rumah Sakit ini. nalurinya sebagai seorang ibu selalu membuatnya khawatir dan berpikir macam-macam saat aku mengalami kejadiaan-kejadian yang menegangkan

Terdengar ketukan pintu yang keras, mama dengan tergesa-gesa membuka pintu...
Selamat pagi...gimana hari ini???udah bisa bangun jalan2 kan..banyak bergerak ya supaya jahitannya cepat kering, kata dokter yang masuk keruanganku
iya dok setiap saat berlatih bangun dan jalan, ucapku
gimana kencingnya udah lancar???banyak minum supaya lancar dan ngga kental seperti ini kata dokter sambil melihat kantung keteterku dibawah tempat tidur.
udah BAB???tanyanya lagi...belum dok, belum ada perasaan sediktpun...
iya sebentar dimasukin lagi dulcolaxnya ya 2 biji...aku resepkan 2 sekalian...sambil mencatat resep di lembar observasi di statusku.
obatnya hari ini 8 biji...selanya lagi sambil teruz menulis
banyak banget dok...dikurangi yang ngga terlalu penting dok, aku udah mulai mual minum obat yang kemarin 5 biji, apalagi kalau dosisnya ditambah lagi...pintaku dengan sedikt memelas
iya deh aku kurangi 2 jadi 6 biji jadi totalnya sehari 18 biji...udah ngga ada yang bisa dikurangi, fix sambil tersenyum ke arahku. 
Aku tak dikasi kesempatan untuk nawar lagi..he..he...iya deh ucapku pasrah.

Jahitannya aku periksa dulu, ucapnya sambil membuka gurita yang aku pakai. 
ahhhh hati-hati dok, sakit banget...teriakku saat tangannya menyentuh perutku
masih basah, rajin-rajin goyang supaya cepat kering lukanya..sambil menutup perutku kembali.

Akhirnya setelah pemeriksaannya selesai, dokter berlalu meninggalkan ruanganku menuju ruangan pasien lain untuk melanjutkan tugasnya.
Pikiranku terbawa ke beberapa tahun silam waktu SMP ketika aku bercita-cita ingin jadi dokter karena tugasnya yang mulia, membantu orang-orang sembuh dari sakitnya.
Keinginan yang harus aku pendam karena keterbatasan ekonomi keluargaku. Suatu saat akan menebusnya dengan menjadikan anakku seorang dokter, gumamku dalam hati sambil tersenyum dengan penuh harapan.
Pagi ini kuhabiskan waktuku dengan mengkhayal tentang masa depanku meski aku sendiri belum yakin apakah aku bisa menatap hari esok dengan kondisiku yang masih terbaring lemah seperti ini tapi aku punya semngat yang tinggi untuk sembuh
Dan itu adalah sebuah modal untuk kesembuhanku.
Khayalan tentang masa depan membuatku tertidur pulas hingga siang hari. aku dibangungkan suara-suara 

Senin, 28 Juni 2010

Ahad, 28 Juni 2010 Menjelang Operasiku


1 hari menjelang operasiku… aku tak tahu seperti apa mengungkapkan perasaanku saat ini. Rasa khawatir, takut, trauma, gelisah, dan sejuta perasaan tak enak lainnya. Andai aku bisa memilih dalam hidup ini, aku tak ingin penyakit ini menggerogoti diriku. Aku tak ingin merasakan seramnya operasi lagi, cukup sekali aku merasakannya 4 tahun yang lalu. Yup…ini kali ke-2 aku divonis dokter menderita penyakit tumor, yang pertama tahun 2006 aku divonis tumor payudara dan harus segera diangkat sebelum berubah menjadi ganas. Sekarang aku harus divonis lagi tumor ovarium (indung telur). Bayangan seramnya operasi mulai berkelebat di bayanganku namun aku tak punya pilihan lain, daging itu sudah berukuran 14,9 x 9 cm dalam perutku. Tak bisa dibayangkan kalau harus menunda operasi dan mencari pengobatan alternative yang lain, tentu saja membutuhkan waktu yang lama dan resiko akan semakin besar. Hufft…..memang semuanya serba menyulitkanku. Aku diharuskan membuat keputusan tepat dan secepat mungkin karena penyakit ini tak mungkin menunggu.
Manusia hanya bisa membuat perencanaan dalam kehidupannya tapi Allah yang menjadi penentu segalanya. Awal tahun, aku pernah membuat planning kehidupanku tahun ini yang penuh dengan rutinitas kuliah dan kerja serta target yang harus terpenuhi tapi siapa sangka kalau Allah mempunyai rencana lain buat hidupku. Semua rencana itu menjadi kabur saat mendengar vonis dokter tgl 17 Juni lalu…Tumor ovarium, sangat menyeramkan tentunya untuk wanita muda seperti diriku. Aku divonis terancam sulit memiliki keturunan bahkan kemungkinan terburuk tidak memiliki keturunan. Tak ada jalan lain selain pasrah menerima takdir yang digariskan serta berusaha untuk memutuskan yang terbaik. Ini harus dihadapi dan tak ada guna untuk menyesali dan menyalahkan Tuhan dengan yang terjadi.

Jumat, 25 Juni 2010

UjianMU

Udah 1 minggu aku melalui ujian ini...kini aku hanya menantikan sebuah keajaiban untuk diberikan hidup lebih lama. Vonis dokter 1 minggu yang lalu membuatku drop dan kenyataan yang kuhadapi ternyata lebih berat. Sejak tanggal 17 Juni aku mondar-mandir ke Rumah Sakit setiap hari tapi sampai sekarang belum ada hasil akhir dari dokter meski aku tahu kalau operasi adalah satu-satunya pilihan. Dokter bahkan tak memberiku kesempatan sedikitpun untuk berpikir atau menyiapkan mentalku, mereka hanya memikirkan penanganan secepatnya. Seandainya mereka tahu kalau mentalku tak kuat untuk menerima ini semua, vonis itu meruntuhkan harapanku, cita-cita dan rencana-rencana indahku berantakan. Aku sangat drop, jiwaku terguncang. puncaknya adalah kemarin, aku harus menjalani pemeriksaan beruntun dengan 4 dokter....aku hanya bisa bertanya-tanya seberapa parah sakitku hingga udah hampir 10 pemeriksaan yang kujalani dan hari ini aku masih dioper-oper ke 4 dokter sekaligus, mulai dari ahli bedah, ahli kebidanan, ahli penyakit dalam untuk EKGdan terakhir pngambilan sampel darah untuk pemeriksaan Ca 125 untuk dikirim ke Jakarta. Tidak cukupkah hasil USG dan CT_SCAN kemarin????tidak cukupkan test darah dan rongsen kemarin???berapa banyak lagi pemeriksaan yang harus kujalani. Fisik dan mentalku sudah lelah. aku lelah dengan suntikan pengambilan sampel darah, aku lelah dihujani sinar X...tolong dokter putuskan secepatnya jalan yang harus kutempuh. Malam ini aku kesepian, aku sangat drop...entah pada siapa lagi aku harus mengadu...aku tak mungkin menambah beban pikiran mama karena aku tahu orang yang paling memikirkanku saat ini adalah mama, mulai dari biaya yang kubutuhkan untuk pemeriksaan sampai operasi, kondisiku setelah operasi dan sangat banyak hal lain dan aku tak ingin menambah bebannya.
Ya Allah....aku tahu ini adalah ujianMu dari kesalahan-kesalahan yang pernah kulakukan di masa lampau. Ampuni aku dan kuatkanlah aku menjalaninya.

Sabtu, 19 Juni 2010

Vonis Dokter....

17 Juni 2010 hari yang tak akan terlupakan dalam hidupku....memoryku terbawa kelima tahun yang lalu....ingin rasanya berteriak di Rumah sakit, meluapkan perasaan sedihku...mengapa harus aku????aku tak pernah lelah setaip waktu bersujud padaMU...aku memang banyak salah tapi masih banyak orang yang memiliki banyak kesalahan yang lain. Tak cukupkah ujian buatku selama ini????Aku ingin menangis..ingin kurobek kertas diagnosa dokter...ingin kurobek foto hasil labku...aku ingin pergi jauh dan tak ingin tau tentang sakit ini...Namun apalah dayaku aku hanyalah seorang hamba yang harus pasrah menerima takdirMU....sampai rumah, aku menangis sejadi-jadinya....aku drop...ini sangat berat untuk aku lalui...

Kamis, 10 Juni 2010

Kangen Mama

Dapat sms dari mama "Anti udah shalat dan makan belum???Jaga kesehatanmu sayang, jalan lupa air minumnya...!!!! Tak terasa air mataku menetes, baru menyadari betapa mama sangat sayang sama aku...sms setiap hari mngingatkanku shalat, makan, isthat hingga bawa air setiap bepergian....udah 10 tahun seperti ini, tak ada yg berubah...Sedangkan hingga saat ini aku belum bisa bikin beliau bahagia.....
Jadi kangen sama mama...kangen ingin pulang ke kampung, kangen masakan-masakan mama dan nenekku, kangen canda tawa dan tangisan keponakan dan sepupuku. Udah cukup lama tak merasakan hangatnya keluarga karena aktivitas di makassar yang tak penah ada libur satu haripun untuk sekedar pulang melepas rasa kangenku. 

Mama...adalah inspirasiku dalam berbagai hal. Aku belajar banyak hal pada mama, mulai dari keteguhan hati, kesetiaan, dan ketegaran. Keteguhan hati mama menurun ke aku hingga dalam bersikap aku menjadi sosok yang sangat keras. Buat aku ya dan tidak hanya diucapkan 1 kali saja dan tak akan ada jawaban lain. Kesetiaan mama pun bisa dibuktikan, hingga saat ini laki-laki yang ada dipikiran dan hati mama hanya almarhum bapak. Setiap saat masih mengingatnya dan meneteskan air matanya untuk bapak. Aku belajar definisi cinta dari mama bahwa cinta adalah ketika kita bisa mencintai kekurangan seseorang dan berbangga dengan kelebihan yang dimilikinya. Kesalahan yang dilakukan pasangan kita adalah kesalahan kita juga jadi jangan pernah menyalahkannya tapi introspeksi diri sendiri. Woow...sungguh mulia hati mama, hingga dia selalu bisa melihat sebuah kesalahan dengan sisi yang lain. Ketegaran mama bisa aku lihat dan rasakan sendiri. 17 tahun berjuang menghidupi 4 orang anak yang saat itu masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dan tentu saja biaya untuk sekolah tapi mama tak pernah menyesali takdir yang digariskan Allah buat dirinya. Meski tak bisa dipungkiri mama sebagai manusia biasa kadang mengeluh tentang sulitnya hidup dan mahalnya biaya pendidikan padaku. Tentu saja ini sangat manusiawi tapi hanya sesaat dan kemudian mama sendiri yang akan mengingatkanku kalau setiap kesulitan ini akan berganti dengan kebahagiaan jika kita ikhlas menjalaninya

Buat aku, beliau adalah idola wanita satu-satunya dan tak mungkin tergantikan. Aku tak tahu seperti apa kehidupanku tanpa mama, dia selalu bisa mengerti perasaanku, selalu bisa memahami keinginanku, sangat menghormati keputusanku dalam hal apapun. Tak akan pernah cukup tinta untuk menuliskan kebaikan mama dan kelebihan mama di mataku. Mama menjadi single parents sejak bapak meninggal dan beliau bisa menjalani perannya dengan baik. Udah 17 tahun ini dibuktikannya, menjadi single parents untuk 4 orang anak. Sangat tidak mudah tetapi bisa dilaluinya hingga saat ini. Saat aku bertanya mengapa tak ingin mencari pengganti bapak sedangkan usia mama saat itu masih muda dan aku tahu kalau saat itu ada beberapa orang yang ingin melamarnya. Mama menjawabnya dengan diawali senyuman...^_^. Seperti ini jawabannya : Buat mama, bapak tak pernah meninggal, Beliau akan selalu ada di hati mama, cinta kami tak penah mati meski jiwa kami berpisah, tak akan ada orang sesabar bapak dan tak akan pernah ada orang yang bisa mencintai mama seperti bapakmu memberikan cinta. Mama ingin bapakmu menjadi pasangan mama di akhirat kelak jadi mama tak ingin ada cinta lain yang menodainya. Kata-kata yang indah itu keluar dari bibir wanita yang tak mengenal dunia sastra seperti aku. Kata-kata yang sangat romantis, tulus dan tak dibuat-buat. Aku bangga padamu mamaku sayang....Miss you Mom...

NB : 
Aku tulis saat aku merasakan kerinduan yang sangat mendalam pada mama
Makassar, 11 Juni 2010 

Selasa, 08 Juni 2010

Romantika Bouraq

Bouraq adalah salah satu tempat yang tak mungkin terlupakan dalam proses kehidupanku. Tempat yang memberikan banyak pelajaran yang berarti dalam kehidupan. Tak terasa udah 8 bulan bergumul dengan kerjaan sebagai operator warnet di sini. Bouraq itu nama warnet tempat aku bekerja, sejarahnya dikasi nama seperti itu sih katanya supaya perkembangan warnet ini kedepannya secepat bouraq (kendaraan rasululallah waktu isra mi'raj). hhhhmmm....nama yang bagus dan alhamdulillah warnet ini memberikan banyak kehidupan buat orang-orang yang bergantung hidup, seperti aku dan teman-temanku lainnya. Di tempat ini aku mengenal banyak karakter.
1. Mitha

    Mahasiswi UNM jurusan kimia partner aku bekerja di bouraq. 8 bulan bekerja bersama dia membuatku sudah merasa sangat dekat dengannya. Meskipun umurnya lebih muda daripada aku tapi masalah kedewasaan aku banyak belajar dari dirinya. Setidaknya aku merasa dia adalah orang yang paling mengerti aku hingga saat ini, kami jarang terlibat konflik padahal bisa dibilang setiap hari bertemu tentu saja potensi untuk punya masalah sebenarnya cukup besar tapi dia sangat mengerti karakterku yang mudah berubah-ubah bergantung mood. Mitha selalu bisa menjadi tempat curhat yang baik, bisa memaklumi perasaanku saat curhat tentang kebahagiaan, dia akan tertawa bersamaku seolah merasakan kebahagiaan itu. Begitupun sebaliknya saat aku merasakan kesedihan, dia pun ikut merasakan sedihku. Dan hal yang paling tak dapat kulupakan adalah saat aku merasakan sakit hati, dia pun ikut merasakan kemarahan pada orang yang menyakitiku. Tanpa mampu kucegah, dia masuk dalam kehidupanku cukup jauh. Aku bisa bercerita tentang hal apapun dan seperti biasa dia selalu punya solusi yang mampu diterima oleh akalku, tak hanya sekedar solusi sementara tetapi selalu memikirkan kedepannya. Aku belajar menjadi orang yang kejam lewat dirinya....he..he...kedengarannya sadis kan...yup dia mengajari aku untuk selalu menggunakan logika dalam hidupa dan tak dikalahkan oleh perasaan. Ini adalah hal yang sulit aku terima awalnya karena aku sangat cepat kasihan sama orang lain, selalu menjaga prasaan orang lain tapi lambat laun doktrinnya tentang kekejaman dalam hidup mulai memasuki logika berpikirku dan hasilnya aku kini bisa menjadi orang yang kejam. Thanks ya udah mengajari aku ilmu yang tak kudapatkan dari siapapun selama ini. Aku yakin ini sangat bermanfaat buat kehidupanku selanjutnya.
2. Anhy Bawell
    Seperti namanya anhy bawell...dia adalah sosok yang bawell dan punya energi yang berlebih untuk bercerita. Aku mengenalnya sekitar 5 bulan yang lalu. Anggapanku saat mulai mengenalnya adalah sosok yang diam dan sangat lugu...he..he...ternyata aku salah. Dia memang sangat lugu tetapi bukannya diam tapi justru kebalikannya sangat bawell. Sejak tinggal bersamanya aku baru mengenal sifat yang sesungguhnya. Dia anak yang sangat lugu, manja, rajin, periang tetapi juga sangat keras and juga moody seperti diriku. Mungkin kami memiliki banyak kesamaan karakter karena zodiak kami sama...he..he..percaya ngga percaya sih tapi kenyataannya kami memiliki banyak kesamaan. Persamaan karakter dengannya justru membuatku sering terlibat konflik perasaan. Kami sama-sama sangat sensitif dan moody dan rasa lelah karena aktivitas selalu menjadi pemicunya. Tapi menurutku sih ini hanya karena kami belum saling memahami, aku yakin semakin lama saling mengenal, semuanya akan terlewati dengan baik. Tentu saja aku harus lebih dewasa dalam menghadapinya karena karakter kekanak-kanakan masih sangat kuat pada dirinya. Tapi sosoknya yang lugu dan kekanak-kanakan justru menjadi hal yang kurindukan saat dia pergi. Keluguannya kadang menjadi hiburan buat aku saat lelah dengan rutinitas. Masih jelas diingatanku hal bodoh dan lugu yang dilakukannya...waktu itu dia baru belajar chating pakai Yahoo Messenger dan kebetulan dapat teman chat orang india jadi komunikasinya harus pake bahasa inggris tentunya. Mitha memberikan solusi untuk pakai google terjemahan supaya ngga capek bertanya terus setiap ada kata-kata yang ingin diketiknya. Dengan sabarnya mitha mengajarinya memakai ggogle terjemahan karena ini adalah hal yang baru buat dia. Ehhhh....saking semngatnya menerjemahkan kata-kata yang ingin dikirim ke teman chatnya sampai-sampai bahasa indonesia berikut tulisan terjemahannya ikut tercopy semua....teman chatnya jadi bingung dong dengan kalimat-kalimat yang digunakan. ha..ha...kalau ingat itu aku sering ketawa dengan mitha, apalagi kalau ingat wajah polosnya saat itu, betul-betul sangat lugu. Dalam satu hal aku salut sama dirinya, dia sosok yang tak mudah hanyut dengan perasaan cinta. Padahal kalau mau dipikir-pikir usia 20 tahun masih sangat labil dan mudah digoyahkan dengan perasaan CINTA apalagi cukup didukung dengan paras yang lumayan pastinya ngga sulit sebenarnya buat dia jika ingin punya pacar tapi dia tetap bertahan untuk ngejomblo. Mudah-mudahan bisa bertahan hingga studinya selesai.
3. Anha
Mahasiswi teknik elektro, teman satu jurusannya anhy. Kebetulan mereka dulu satu kost dan akhirnya ikut sama-sama tinggal dengan anhy di Bouraq. Sejauh ini aku mengenalnya sebagai sosok yang manja, selalu ingin diperhatikan dan pastinya selalu mengeluh. 3 hal itu seperti tak bisa dipisahkan dari dirinya, hal itu bisa dibuktikan lewat status-statusnya di FB yang sebagian besar adalah keluhan karena capek, sakit atau jengkel. Dia sangat sibuk dengan kegiatan organisasi dan kehidupannya yang lain jadi jarang banget sih curhat-curhatan dan menghabiskan waktu dengannya. Hal yang menarik dari dirinya adalah kehidupannya bersama pacarnya yang ikut menjadi romantika di bouraq. Setiap saat ada keluhan dari bibirnya karena bertengkar dengan pacarnya, HP yang rusak karena dilempar gara-gara bertengkar atau cerita tentang aksi gila pacarnya menyakiti diri sendiri karena tidak mau berpisah dengan anha. Kisah cinta paling aneh yang kutemukan dalam perjalanan hidupku. Mereka saling menyayangi tapi bisa dibilang setiap saat juga ada pertengkaran dan pasti berakhir dengan aksi gila pacarnya yang memukul diri dengan setrika atau batu dan anha pulang dengan lumuran darah dipakaiannya. Hufft.....kisah cinta yang tragis tapi tetap juga dijalaninya. aneh tapi nyata dan inilah satu romantika kehidupan yang kudapatkan dari dirinya.
4. Reski Maulana Putra
Ikki nama panggilannya. Sosok ikki mengingatkan aku pada orang yang sangat jauh lebih dewasa dari umur yang sebenarnya. Dia adalah siswa SMK yang juga bekerja di bouraq untuk menyambung hidupnya. Sosok yang mandiri dan keras serta selalu memakai logika dalam menyelesaikan persoalan. 7 bulan bekerja bersamanya, aku cukup mengenal karakternya yang sangat dewasa dan tak berperasaan..he..he...Tentu saja ini bukan hanya pendapat aku saja, semua personil bouraq yang lain pun pasti beranggapan seperti itu. Kami memberinya gelar sang pengacau, sang pemberontak sesuai dengan karakternya yang sering mengacaukan acara begadang kami dengan mematikan lampu seenaknya meskipun kami sedang serius mengerjakan tugas. Betul-betul sangat tak berperasaan kan....he..he...Tapi tak bisa kupungkiri aku belajar banyak hal dari dirinya. Mulai dari belajar untuk bermimpi, belajar untuk konsen dengan study, belajar untuk mengedepankan logika dalam hal apapun. Kata-kata yang merupakan ciri khas dan senjata ampuhnya adalah konsen...konsen...dan konsen...Meskipun sekarang sudah tak bersama dengannya tapi kenangan kebersamaan itu akan selalu ada di hati dan menjadi bagian dari proses kehidupanku. Semoga mimpinya untuk menjadi orang sukses yang membawanya ke Jakarta untuk menggapai cita-cita bisa diwujudkannya.