Rumah ini sperti tak berpenghuni...aku merasakan kesepian yang termat dalam, tak ada gelak tawa, canda tawa yang terdengar seperti hari-hari yang lalu. Udah 1 minggu seperti ini, selalu saja seperti ini saat tak ada yang ingin mengalah dengan ego. Mungkin kebersamaan yang baru beberapa bulan membuat kita belum saling mengenal karakter sehingga situasinya harus seperti ini. Aku menganggapmu saudaraku hingga buat aku tak akan ada kemarahan tapi ternyata dirimu seakan tak peduli dengan perasaanku.
Semua ini berawal karena rasa lelah dengan rutinitas kita berdua dan ketika aku memintamu untuk mengecek genset di lantai atas dan kamu tak melakukannya dengan baik dan aku menegurmu, buat aku sangat halus dalam kondisiku yang sangat lelah tapi kamu balik membentakku dengan suara keras. aduhhhh sakit banget rasanya de'...engkau seperti tak menghargai aku sebagai kakakmu. Aku berusaha memaklumi suasana hatimu yang mungkin sedang bad mood dan mencoba tetap baik dan menjelaskannya padamu tapi kamu berlalu dengan acuhnya bahkan tak peduli dengan diriku.
Aku sangat benci air mata karena hanya menunjukkan ketidakberdayaan tapi tanpa kusadari air mataku menetes hari itu. Aku semakin tak mampu menahan sedihku, aku meangis dan menangis. Rasanya sakit banget de' ketika merasa tak dihargai...
Aku berusaha melupakan yang terjadi dan tetap menuju ke rumah sakit hari itu karena kakakQ terbaring disana. Ya Allah rasanya cobaan ini sangat berat, Engkau menguji perasaanku saat aku betul-betul sedang lelah dengan hantaman cobaan yang begitu banyak. Aku berharap kejadian ini bisa menjadikan aku lebih dewasa, lebih sabar memahami orang lain, lebih bisa mengontrol emosiku yang kadang sulit aku kendalikan saat rasa lelah menderaku.
