Senin, 28 Juni 2010

Ahad, 28 Juni 2010 Menjelang Operasiku


1 hari menjelang operasiku… aku tak tahu seperti apa mengungkapkan perasaanku saat ini. Rasa khawatir, takut, trauma, gelisah, dan sejuta perasaan tak enak lainnya. Andai aku bisa memilih dalam hidup ini, aku tak ingin penyakit ini menggerogoti diriku. Aku tak ingin merasakan seramnya operasi lagi, cukup sekali aku merasakannya 4 tahun yang lalu. Yup…ini kali ke-2 aku divonis dokter menderita penyakit tumor, yang pertama tahun 2006 aku divonis tumor payudara dan harus segera diangkat sebelum berubah menjadi ganas. Sekarang aku harus divonis lagi tumor ovarium (indung telur). Bayangan seramnya operasi mulai berkelebat di bayanganku namun aku tak punya pilihan lain, daging itu sudah berukuran 14,9 x 9 cm dalam perutku. Tak bisa dibayangkan kalau harus menunda operasi dan mencari pengobatan alternative yang lain, tentu saja membutuhkan waktu yang lama dan resiko akan semakin besar. Hufft…..memang semuanya serba menyulitkanku. Aku diharuskan membuat keputusan tepat dan secepat mungkin karena penyakit ini tak mungkin menunggu.
Manusia hanya bisa membuat perencanaan dalam kehidupannya tapi Allah yang menjadi penentu segalanya. Awal tahun, aku pernah membuat planning kehidupanku tahun ini yang penuh dengan rutinitas kuliah dan kerja serta target yang harus terpenuhi tapi siapa sangka kalau Allah mempunyai rencana lain buat hidupku. Semua rencana itu menjadi kabur saat mendengar vonis dokter tgl 17 Juni lalu…Tumor ovarium, sangat menyeramkan tentunya untuk wanita muda seperti diriku. Aku divonis terancam sulit memiliki keturunan bahkan kemungkinan terburuk tidak memiliki keturunan. Tak ada jalan lain selain pasrah menerima takdir yang digariskan serta berusaha untuk memutuskan yang terbaik. Ini harus dihadapi dan tak ada guna untuk menyesali dan menyalahkan Tuhan dengan yang terjadi.

Jumat, 25 Juni 2010

UjianMU

Udah 1 minggu aku melalui ujian ini...kini aku hanya menantikan sebuah keajaiban untuk diberikan hidup lebih lama. Vonis dokter 1 minggu yang lalu membuatku drop dan kenyataan yang kuhadapi ternyata lebih berat. Sejak tanggal 17 Juni aku mondar-mandir ke Rumah Sakit setiap hari tapi sampai sekarang belum ada hasil akhir dari dokter meski aku tahu kalau operasi adalah satu-satunya pilihan. Dokter bahkan tak memberiku kesempatan sedikitpun untuk berpikir atau menyiapkan mentalku, mereka hanya memikirkan penanganan secepatnya. Seandainya mereka tahu kalau mentalku tak kuat untuk menerima ini semua, vonis itu meruntuhkan harapanku, cita-cita dan rencana-rencana indahku berantakan. Aku sangat drop, jiwaku terguncang. puncaknya adalah kemarin, aku harus menjalani pemeriksaan beruntun dengan 4 dokter....aku hanya bisa bertanya-tanya seberapa parah sakitku hingga udah hampir 10 pemeriksaan yang kujalani dan hari ini aku masih dioper-oper ke 4 dokter sekaligus, mulai dari ahli bedah, ahli kebidanan, ahli penyakit dalam untuk EKGdan terakhir pngambilan sampel darah untuk pemeriksaan Ca 125 untuk dikirim ke Jakarta. Tidak cukupkah hasil USG dan CT_SCAN kemarin????tidak cukupkan test darah dan rongsen kemarin???berapa banyak lagi pemeriksaan yang harus kujalani. Fisik dan mentalku sudah lelah. aku lelah dengan suntikan pengambilan sampel darah, aku lelah dihujani sinar X...tolong dokter putuskan secepatnya jalan yang harus kutempuh. Malam ini aku kesepian, aku sangat drop...entah pada siapa lagi aku harus mengadu...aku tak mungkin menambah beban pikiran mama karena aku tahu orang yang paling memikirkanku saat ini adalah mama, mulai dari biaya yang kubutuhkan untuk pemeriksaan sampai operasi, kondisiku setelah operasi dan sangat banyak hal lain dan aku tak ingin menambah bebannya.
Ya Allah....aku tahu ini adalah ujianMu dari kesalahan-kesalahan yang pernah kulakukan di masa lampau. Ampuni aku dan kuatkanlah aku menjalaninya.

Sabtu, 19 Juni 2010

Vonis Dokter....

17 Juni 2010 hari yang tak akan terlupakan dalam hidupku....memoryku terbawa kelima tahun yang lalu....ingin rasanya berteriak di Rumah sakit, meluapkan perasaan sedihku...mengapa harus aku????aku tak pernah lelah setaip waktu bersujud padaMU...aku memang banyak salah tapi masih banyak orang yang memiliki banyak kesalahan yang lain. Tak cukupkah ujian buatku selama ini????Aku ingin menangis..ingin kurobek kertas diagnosa dokter...ingin kurobek foto hasil labku...aku ingin pergi jauh dan tak ingin tau tentang sakit ini...Namun apalah dayaku aku hanyalah seorang hamba yang harus pasrah menerima takdirMU....sampai rumah, aku menangis sejadi-jadinya....aku drop...ini sangat berat untuk aku lalui...

Kamis, 10 Juni 2010

Kangen Mama

Dapat sms dari mama "Anti udah shalat dan makan belum???Jaga kesehatanmu sayang, jalan lupa air minumnya...!!!! Tak terasa air mataku menetes, baru menyadari betapa mama sangat sayang sama aku...sms setiap hari mngingatkanku shalat, makan, isthat hingga bawa air setiap bepergian....udah 10 tahun seperti ini, tak ada yg berubah...Sedangkan hingga saat ini aku belum bisa bikin beliau bahagia.....
Jadi kangen sama mama...kangen ingin pulang ke kampung, kangen masakan-masakan mama dan nenekku, kangen canda tawa dan tangisan keponakan dan sepupuku. Udah cukup lama tak merasakan hangatnya keluarga karena aktivitas di makassar yang tak penah ada libur satu haripun untuk sekedar pulang melepas rasa kangenku. 

Mama...adalah inspirasiku dalam berbagai hal. Aku belajar banyak hal pada mama, mulai dari keteguhan hati, kesetiaan, dan ketegaran. Keteguhan hati mama menurun ke aku hingga dalam bersikap aku menjadi sosok yang sangat keras. Buat aku ya dan tidak hanya diucapkan 1 kali saja dan tak akan ada jawaban lain. Kesetiaan mama pun bisa dibuktikan, hingga saat ini laki-laki yang ada dipikiran dan hati mama hanya almarhum bapak. Setiap saat masih mengingatnya dan meneteskan air matanya untuk bapak. Aku belajar definisi cinta dari mama bahwa cinta adalah ketika kita bisa mencintai kekurangan seseorang dan berbangga dengan kelebihan yang dimilikinya. Kesalahan yang dilakukan pasangan kita adalah kesalahan kita juga jadi jangan pernah menyalahkannya tapi introspeksi diri sendiri. Woow...sungguh mulia hati mama, hingga dia selalu bisa melihat sebuah kesalahan dengan sisi yang lain. Ketegaran mama bisa aku lihat dan rasakan sendiri. 17 tahun berjuang menghidupi 4 orang anak yang saat itu masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dan tentu saja biaya untuk sekolah tapi mama tak pernah menyesali takdir yang digariskan Allah buat dirinya. Meski tak bisa dipungkiri mama sebagai manusia biasa kadang mengeluh tentang sulitnya hidup dan mahalnya biaya pendidikan padaku. Tentu saja ini sangat manusiawi tapi hanya sesaat dan kemudian mama sendiri yang akan mengingatkanku kalau setiap kesulitan ini akan berganti dengan kebahagiaan jika kita ikhlas menjalaninya

Buat aku, beliau adalah idola wanita satu-satunya dan tak mungkin tergantikan. Aku tak tahu seperti apa kehidupanku tanpa mama, dia selalu bisa mengerti perasaanku, selalu bisa memahami keinginanku, sangat menghormati keputusanku dalam hal apapun. Tak akan pernah cukup tinta untuk menuliskan kebaikan mama dan kelebihan mama di mataku. Mama menjadi single parents sejak bapak meninggal dan beliau bisa menjalani perannya dengan baik. Udah 17 tahun ini dibuktikannya, menjadi single parents untuk 4 orang anak. Sangat tidak mudah tetapi bisa dilaluinya hingga saat ini. Saat aku bertanya mengapa tak ingin mencari pengganti bapak sedangkan usia mama saat itu masih muda dan aku tahu kalau saat itu ada beberapa orang yang ingin melamarnya. Mama menjawabnya dengan diawali senyuman...^_^. Seperti ini jawabannya : Buat mama, bapak tak pernah meninggal, Beliau akan selalu ada di hati mama, cinta kami tak penah mati meski jiwa kami berpisah, tak akan ada orang sesabar bapak dan tak akan pernah ada orang yang bisa mencintai mama seperti bapakmu memberikan cinta. Mama ingin bapakmu menjadi pasangan mama di akhirat kelak jadi mama tak ingin ada cinta lain yang menodainya. Kata-kata yang indah itu keluar dari bibir wanita yang tak mengenal dunia sastra seperti aku. Kata-kata yang sangat romantis, tulus dan tak dibuat-buat. Aku bangga padamu mamaku sayang....Miss you Mom...

NB : 
Aku tulis saat aku merasakan kerinduan yang sangat mendalam pada mama
Makassar, 11 Juni 2010 

Selasa, 08 Juni 2010

Romantika Bouraq

Bouraq adalah salah satu tempat yang tak mungkin terlupakan dalam proses kehidupanku. Tempat yang memberikan banyak pelajaran yang berarti dalam kehidupan. Tak terasa udah 8 bulan bergumul dengan kerjaan sebagai operator warnet di sini. Bouraq itu nama warnet tempat aku bekerja, sejarahnya dikasi nama seperti itu sih katanya supaya perkembangan warnet ini kedepannya secepat bouraq (kendaraan rasululallah waktu isra mi'raj). hhhhmmm....nama yang bagus dan alhamdulillah warnet ini memberikan banyak kehidupan buat orang-orang yang bergantung hidup, seperti aku dan teman-temanku lainnya. Di tempat ini aku mengenal banyak karakter.
1. Mitha

    Mahasiswi UNM jurusan kimia partner aku bekerja di bouraq. 8 bulan bekerja bersama dia membuatku sudah merasa sangat dekat dengannya. Meskipun umurnya lebih muda daripada aku tapi masalah kedewasaan aku banyak belajar dari dirinya. Setidaknya aku merasa dia adalah orang yang paling mengerti aku hingga saat ini, kami jarang terlibat konflik padahal bisa dibilang setiap hari bertemu tentu saja potensi untuk punya masalah sebenarnya cukup besar tapi dia sangat mengerti karakterku yang mudah berubah-ubah bergantung mood. Mitha selalu bisa menjadi tempat curhat yang baik, bisa memaklumi perasaanku saat curhat tentang kebahagiaan, dia akan tertawa bersamaku seolah merasakan kebahagiaan itu. Begitupun sebaliknya saat aku merasakan kesedihan, dia pun ikut merasakan sedihku. Dan hal yang paling tak dapat kulupakan adalah saat aku merasakan sakit hati, dia pun ikut merasakan kemarahan pada orang yang menyakitiku. Tanpa mampu kucegah, dia masuk dalam kehidupanku cukup jauh. Aku bisa bercerita tentang hal apapun dan seperti biasa dia selalu punya solusi yang mampu diterima oleh akalku, tak hanya sekedar solusi sementara tetapi selalu memikirkan kedepannya. Aku belajar menjadi orang yang kejam lewat dirinya....he..he...kedengarannya sadis kan...yup dia mengajari aku untuk selalu menggunakan logika dalam hidupa dan tak dikalahkan oleh perasaan. Ini adalah hal yang sulit aku terima awalnya karena aku sangat cepat kasihan sama orang lain, selalu menjaga prasaan orang lain tapi lambat laun doktrinnya tentang kekejaman dalam hidup mulai memasuki logika berpikirku dan hasilnya aku kini bisa menjadi orang yang kejam. Thanks ya udah mengajari aku ilmu yang tak kudapatkan dari siapapun selama ini. Aku yakin ini sangat bermanfaat buat kehidupanku selanjutnya.
2. Anhy Bawell
    Seperti namanya anhy bawell...dia adalah sosok yang bawell dan punya energi yang berlebih untuk bercerita. Aku mengenalnya sekitar 5 bulan yang lalu. Anggapanku saat mulai mengenalnya adalah sosok yang diam dan sangat lugu...he..he...ternyata aku salah. Dia memang sangat lugu tetapi bukannya diam tapi justru kebalikannya sangat bawell. Sejak tinggal bersamanya aku baru mengenal sifat yang sesungguhnya. Dia anak yang sangat lugu, manja, rajin, periang tetapi juga sangat keras and juga moody seperti diriku. Mungkin kami memiliki banyak kesamaan karakter karena zodiak kami sama...he..he..percaya ngga percaya sih tapi kenyataannya kami memiliki banyak kesamaan. Persamaan karakter dengannya justru membuatku sering terlibat konflik perasaan. Kami sama-sama sangat sensitif dan moody dan rasa lelah karena aktivitas selalu menjadi pemicunya. Tapi menurutku sih ini hanya karena kami belum saling memahami, aku yakin semakin lama saling mengenal, semuanya akan terlewati dengan baik. Tentu saja aku harus lebih dewasa dalam menghadapinya karena karakter kekanak-kanakan masih sangat kuat pada dirinya. Tapi sosoknya yang lugu dan kekanak-kanakan justru menjadi hal yang kurindukan saat dia pergi. Keluguannya kadang menjadi hiburan buat aku saat lelah dengan rutinitas. Masih jelas diingatanku hal bodoh dan lugu yang dilakukannya...waktu itu dia baru belajar chating pakai Yahoo Messenger dan kebetulan dapat teman chat orang india jadi komunikasinya harus pake bahasa inggris tentunya. Mitha memberikan solusi untuk pakai google terjemahan supaya ngga capek bertanya terus setiap ada kata-kata yang ingin diketiknya. Dengan sabarnya mitha mengajarinya memakai ggogle terjemahan karena ini adalah hal yang baru buat dia. Ehhhh....saking semngatnya menerjemahkan kata-kata yang ingin dikirim ke teman chatnya sampai-sampai bahasa indonesia berikut tulisan terjemahannya ikut tercopy semua....teman chatnya jadi bingung dong dengan kalimat-kalimat yang digunakan. ha..ha...kalau ingat itu aku sering ketawa dengan mitha, apalagi kalau ingat wajah polosnya saat itu, betul-betul sangat lugu. Dalam satu hal aku salut sama dirinya, dia sosok yang tak mudah hanyut dengan perasaan cinta. Padahal kalau mau dipikir-pikir usia 20 tahun masih sangat labil dan mudah digoyahkan dengan perasaan CINTA apalagi cukup didukung dengan paras yang lumayan pastinya ngga sulit sebenarnya buat dia jika ingin punya pacar tapi dia tetap bertahan untuk ngejomblo. Mudah-mudahan bisa bertahan hingga studinya selesai.
3. Anha
Mahasiswi teknik elektro, teman satu jurusannya anhy. Kebetulan mereka dulu satu kost dan akhirnya ikut sama-sama tinggal dengan anhy di Bouraq. Sejauh ini aku mengenalnya sebagai sosok yang manja, selalu ingin diperhatikan dan pastinya selalu mengeluh. 3 hal itu seperti tak bisa dipisahkan dari dirinya, hal itu bisa dibuktikan lewat status-statusnya di FB yang sebagian besar adalah keluhan karena capek, sakit atau jengkel. Dia sangat sibuk dengan kegiatan organisasi dan kehidupannya yang lain jadi jarang banget sih curhat-curhatan dan menghabiskan waktu dengannya. Hal yang menarik dari dirinya adalah kehidupannya bersama pacarnya yang ikut menjadi romantika di bouraq. Setiap saat ada keluhan dari bibirnya karena bertengkar dengan pacarnya, HP yang rusak karena dilempar gara-gara bertengkar atau cerita tentang aksi gila pacarnya menyakiti diri sendiri karena tidak mau berpisah dengan anha. Kisah cinta paling aneh yang kutemukan dalam perjalanan hidupku. Mereka saling menyayangi tapi bisa dibilang setiap saat juga ada pertengkaran dan pasti berakhir dengan aksi gila pacarnya yang memukul diri dengan setrika atau batu dan anha pulang dengan lumuran darah dipakaiannya. Hufft.....kisah cinta yang tragis tapi tetap juga dijalaninya. aneh tapi nyata dan inilah satu romantika kehidupan yang kudapatkan dari dirinya.
4. Reski Maulana Putra
Ikki nama panggilannya. Sosok ikki mengingatkan aku pada orang yang sangat jauh lebih dewasa dari umur yang sebenarnya. Dia adalah siswa SMK yang juga bekerja di bouraq untuk menyambung hidupnya. Sosok yang mandiri dan keras serta selalu memakai logika dalam menyelesaikan persoalan. 7 bulan bekerja bersamanya, aku cukup mengenal karakternya yang sangat dewasa dan tak berperasaan..he..he...Tentu saja ini bukan hanya pendapat aku saja, semua personil bouraq yang lain pun pasti beranggapan seperti itu. Kami memberinya gelar sang pengacau, sang pemberontak sesuai dengan karakternya yang sering mengacaukan acara begadang kami dengan mematikan lampu seenaknya meskipun kami sedang serius mengerjakan tugas. Betul-betul sangat tak berperasaan kan....he..he...Tapi tak bisa kupungkiri aku belajar banyak hal dari dirinya. Mulai dari belajar untuk bermimpi, belajar untuk konsen dengan study, belajar untuk mengedepankan logika dalam hal apapun. Kata-kata yang merupakan ciri khas dan senjata ampuhnya adalah konsen...konsen...dan konsen...Meskipun sekarang sudah tak bersama dengannya tapi kenangan kebersamaan itu akan selalu ada di hati dan menjadi bagian dari proses kehidupanku. Semoga mimpinya untuk menjadi orang sukses yang membawanya ke Jakarta untuk menggapai cita-cita bisa diwujudkannya.

Minggu, 06 Juni 2010

Romantika Facebook

Main FB alias Facebook menjadi kegiatan rutinku setiap hari, hampir sebagian besar waktuku terlewati denga main FB. Bangun tidur lansung OL and update status kegiatan hari itu, mulai kerja juga seperti itu. Facebook selalu menjadi hal pertama yang aku buka jika udah koneksi ke internet. Harus kuakui FB sudah sangat menyita waktu, pikiran dan juga perasaanku. Kedengarannya terlalu berlebihan kan, ko' sampai harus bawa-bawa pikiran dan perasaan tapi itulah kenyataannya. Lewat FB aku mengekspresikan setiap perasaan yang kurasakan, marah, sedih, gembira tak ada yang terlewatkan. Entah apa yang kuinginkan, ada sebuah kepuasan saat orang lain tau apa yang kurasakan, apa yang kupikirkan meski aku tau tak akan memberikan solusi jika aku berbagi sebuah permasalahan. Aku berkenalan dengan banyak orang, aku berteman dan dekat dengan beberapa orang. Aku bisa menjalin silaturrahmi kembali dengan teman-temanku di masa lalu, teman2 SMA yang udah terdampar jauh, teman-teman yang dulu pernah bersua beberapa tahun yang silam kini bisa ketemu kembali lewat dunia maya. Memang kegiatan yang mengasyikkan, selalu saja ada hal-hal baru yang menarik setiap saat, status teman-teman yang kadang sedih, marah, gembira. Aku seperti bisa mengetahui setiap rutinitas teman-temanku lewat FB, tak ada yang terlewatkan karena bisa dibilang FBku selalu online mengecek status yang terupdate.

FB membawaku berkenalan dengan seorang gadis bernama jannah. Awal kenal di sebuah grup deteksi dini kanker otak. Aku bergabung di grup ini untuk dapat info tentang ciri-ciri penderita kanker otak apalagi sejak aku divonis pendarahan otak sejak kecil membuatku selalu lebih berhati-hati. Dia mulai masuk dalam kehidupanku, setiap saat memberikan kabar hingga aku merasa sangat dekat. Saat musibah kematian orang tuanya secara beruntun ikut membuatku terpukul dan merasakan kesedihannya. Tak ada kebar tentangnya yang terlewatkan, sosoknya mulai masuk dalam kehidupanku. Aku mulai merasakan kehilangan saat tak ada kabar tentangnya. Belum cukup 1 bulan setalah kematian ortunya, dia pamit ke aku untuk ke tokyo, katanya sih dapat beasiswa. Hufft...kami tak pernah ada kesempatan untuk bertemu hingga dia berangkat. Entah kenapa aku mulai takut mempercaya dunia maya. Aku takut kalau seseorang yang selama ini cukup menyita perhatian dan pikiran ternyata hanya sosok yang ada di dunia maya tapi tak ada di kehidupan nyata.

FB memberikan banyak kejutan dalam hidupku, lewat FB pula aku mengenal sosok wanita yang menjalin hubungan dengan kekasihku selama 1,5 tahun. Hufft, sulit untuk percaya tapi inilah kenyataannya. Entah perasaan seperti apa yang kurasakan saat ini. Awal mulanya hanya sebatas kecurigaan saja, ko' ada ya cewek yang rajin banget koment di statusnya. Seperti biasa, aku tak bisa tinggal diam, naluriku yang selalu ingin tau semuanya mulai terusik. Aku mulai mencoba mencari informasi tentang perempuan yang mengusik ketenanganku. Meski rasa ingin tau ini semakin membuat aku mendapati kenyataan yang tak kuharapkan. Pikiranku semakin tidak tenang, kepercayaanku kepadanya luntur. 7 tahun bersamanya dan memberikan kepercayaan tapi aku mendapatkan kenyataan kalau diriku dikhianati selama ini. hufft, rasanya sakit banget...apalagi setelah tau semuanya. Fakta yang kudapatkan justru membuatku terpuruk, aku semakin takut kehilangannya tapi di sisi lain aku bersyukur Allah menunjukkannya padaku saat ini. Aku bingung, kecewa, marah, tapi tak tau semuanya harus kulampiaskan pada siapa. Aku betul-betul syok ketika wanita itu bercerita tentang rencana pernikahannya dengan kekasihku. Rencana ini yang dulunya hanya menjadi rencana kita berdua ternyata dijanjikannya pula oleh orang lain. Aku menangis, hingga aku mendapati air mata ini kering dan tak mampu lagi merasakan sakit hati ini. Iyya...aku mendapai diriku kaku tak berdaya, semua rasa sakit berganti rasa aneh yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku lemah tak berdaya, alam bawah sadarku tidak kuat menerima kenyataan pahit ini. Tatapanku kosong, aku kehilangan semangatku, aku kehilangan gairah kehidupanku. Andai aku bisa meminta padamu...hanya satu yang ingin kuminta, kembalikan semangatku yang terenggut.