Main FB alias Facebook menjadi kegiatan rutinku setiap hari, hampir sebagian besar waktuku terlewati denga main FB. Bangun tidur lansung OL and update status kegiatan hari itu, mulai kerja juga seperti itu. Facebook selalu menjadi hal pertama yang aku buka jika udah koneksi ke internet. Harus kuakui FB sudah sangat menyita waktu, pikiran dan juga perasaanku. Kedengarannya terlalu berlebihan kan, ko' sampai harus bawa-bawa pikiran dan perasaan tapi itulah kenyataannya. Lewat FB aku mengekspresikan setiap perasaan yang kurasakan, marah, sedih, gembira tak ada yang terlewatkan. Entah apa yang kuinginkan, ada sebuah kepuasan saat orang lain tau apa yang kurasakan, apa yang kupikirkan meski aku tau tak akan memberikan solusi jika aku berbagi sebuah permasalahan. Aku berkenalan dengan banyak orang, aku berteman dan dekat dengan beberapa orang. Aku bisa menjalin silaturrahmi kembali dengan teman-temanku di masa lalu, teman2 SMA yang udah terdampar jauh, teman-teman yang dulu pernah bersua beberapa tahun yang silam kini bisa ketemu kembali lewat dunia maya. Memang kegiatan yang mengasyikkan, selalu saja ada hal-hal baru yang menarik setiap saat, status teman-teman yang kadang sedih, marah, gembira. Aku seperti bisa mengetahui setiap rutinitas teman-temanku lewat FB, tak ada yang terlewatkan karena bisa dibilang FBku selalu online mengecek status yang terupdate.
FB membawaku berkenalan dengan seorang gadis bernama jannah. Awal kenal di sebuah grup deteksi dini kanker otak. Aku bergabung di grup ini untuk dapat info tentang ciri-ciri penderita kanker otak apalagi sejak aku divonis pendarahan otak sejak kecil membuatku selalu lebih berhati-hati. Dia mulai masuk dalam kehidupanku, setiap saat memberikan kabar hingga aku merasa sangat dekat. Saat musibah kematian orang tuanya secara beruntun ikut membuatku terpukul dan merasakan kesedihannya. Tak ada kebar tentangnya yang terlewatkan, sosoknya mulai masuk dalam kehidupanku. Aku mulai merasakan kehilangan saat tak ada kabar tentangnya. Belum cukup 1 bulan setalah kematian ortunya, dia pamit ke aku untuk ke tokyo, katanya sih dapat beasiswa. Hufft...kami tak pernah ada kesempatan untuk bertemu hingga dia berangkat. Entah kenapa aku mulai takut mempercaya dunia maya. Aku takut kalau seseorang yang selama ini cukup menyita perhatian dan pikiran ternyata hanya sosok yang ada di dunia maya tapi tak ada di kehidupan nyata.
FB memberikan banyak kejutan dalam hidupku, lewat FB pula aku mengenal sosok wanita yang menjalin hubungan dengan kekasihku selama 1,5 tahun. Hufft, sulit untuk percaya tapi inilah kenyataannya. Entah perasaan seperti apa yang kurasakan saat ini. Awal mulanya hanya sebatas kecurigaan saja, ko' ada ya cewek yang rajin banget koment di statusnya. Seperti biasa, aku tak bisa tinggal diam, naluriku yang selalu ingin tau semuanya mulai terusik. Aku mulai mencoba mencari informasi tentang perempuan yang mengusik ketenanganku. Meski rasa ingin tau ini semakin membuat aku mendapati kenyataan yang tak kuharapkan. Pikiranku semakin tidak tenang, kepercayaanku kepadanya luntur. 7 tahun bersamanya dan memberikan kepercayaan tapi aku mendapatkan kenyataan kalau diriku dikhianati selama ini. hufft, rasanya sakit banget...apalagi setelah tau semuanya. Fakta yang kudapatkan justru membuatku terpuruk, aku semakin takut kehilangannya tapi di sisi lain aku bersyukur Allah menunjukkannya padaku saat ini. Aku bingung, kecewa, marah, tapi tak tau semuanya harus kulampiaskan pada siapa. Aku betul-betul syok ketika wanita itu bercerita tentang rencana pernikahannya dengan kekasihku. Rencana ini yang dulunya hanya menjadi rencana kita berdua ternyata dijanjikannya pula oleh orang lain. Aku menangis, hingga aku mendapati air mata ini kering dan tak mampu lagi merasakan sakit hati ini. Iyya...aku mendapai diriku kaku tak berdaya, semua rasa sakit berganti rasa aneh yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku lemah tak berdaya, alam bawah sadarku tidak kuat menerima kenyataan pahit ini. Tatapanku kosong, aku kehilangan semangatku, aku kehilangan gairah kehidupanku. Andai aku bisa meminta padamu...hanya satu yang ingin kuminta, kembalikan semangatku yang terenggut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar