Selasa, 29 Desember 2009

Depresi...Depresi....Depresi

Depresi..depresi..depresi...
mungkin betul juga kata dokter...aku mengalami depresi berat dan goncangan emosional. hhhmmm, apa mungkin perpisahanku dengannya yang menyebabkan ini semua...???

Entahlah...Jiwaku memang sangat terguncang dengan semua peristiwa dalam hidupku yang tak terduga..aku bahkan tak tahu lagi caranya untuk bangkit dan menghadapi hidupku selanjutnya.

4 hari lagi aku harus menjalani citiscan kepalaku. Aku juga tak mengerti istilah kedokteran ini tapi katanya sih semacam alat untuk memotret isi dalam kepala jadi bisa diketahui penyakitnya atau semacamnya... Aku tidak siap dengan kemungkina2 yang bisa terjadi.

Senin, 28 Desember 2009

Periksa ke Dokter

Hari ini ngga masuk kerja pagi2 seperti biasanya..aku harus kerumhsakit memeriksakan kesehatanku...udah kurang lebih 1 bulan migrain menyerangku. Rasanya sakit banget kalau datang. Puncaknya tadi malam, aku tidak kuat lagi menahan rasa sakitku. Kuputuskan untuk kedokter hari ini. Meskipun trauma untuk menginjakkan kaki di rumah sakit sebenarnya masih menyerangku...4 tahun yang lalu sebuah peristiwa besar terjadi dalam kehidupanku. Aku harus menjalani sebuah operasi yang membutuhkan kesiapan mental. Aku jadi teringat lagi semuanya hari ini. Hari itu aku hanya kerumhsakit karena keluhan sakit dada namun mencoba untuk bertanya sesuatu kepada dokter and dokter memeriksaku dengan teliti. Ternyata hasilnya di luar dugaanku, ada sakit yang jauh lebih parah dari sakit dada. Penyakit yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya akan aku derita. Aku dirujuk ke rumahsakit wahidin hari itu juga. Diperjalanan aku sempat memohon kepada Allah untuk memberikan aku jalan yang terbaik. Setelah pemeriksaan maraton selama kurang lebih satu minggu di Rumah sakit Wahidin, mulai dari tes darah, jantung, hingga rongsen..and semua yang ada pada diriku akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Ya Allah..cobaan apalagi ini..membayangkan diriku masuk rumahsakit saja ngga pernah apalagi sampai harus di operasi. Mengapa aku dihadapkan cobaan yang begitu berat. Aku masih sempat tersenyum di depan dokter yang memvonisku sebelum air mataku menetes dengan derasnya. Aku manusia biasa...cobaan ini terlalu berat buatku di umur yang masih sangat muda.

Kucoba menerima cobaan ini dengan ikhlas...Dokter meminta aku untuk mengurus kamar hari itu juga supaya pekan depan bisa dilakukan operasi. Aku minta waktu 2 minggu untuk menghadapi final namun dokter tak ingin ambil resiko. Ya Allah..kembali aku harus memilih lagi, mudah2an ini pilihan yang terbaik. Aku harus rawat inap hari ini. Setelah mengurus semua administrasi dan kamar serta semua yang diperlukan, kucoba untuk memberi tahu mama lewat sms kalau aku sekarang di rumah sakit dan kalau sempat supaya dia kemakassar besok. Aku tau mama juga sangat terpukul namun beliau tetap berusaha menghiburku. Aku pun berusaha tegar, aku yakinkan padanya kalau semuanya akan berakhir dengan baik-baik.

Kejadian ini udah empat tahun terlewati namun masih sangat kuat diingatanku...di umurku yang masih sangat muda 21 tahun aku sudah harus merasakan berada di kamar operasi. 2 hari sebelum operasi, aku sempat drop hebat, tekanan darahku menurun. Aku mengalami depresi berat, ini sangat sulit untuk kulalui. Dokter ingin menunda sampai semuanya normal tapi kuyakinkan kalau aku akan baik-baik saja.

Semuanya akhirnya dapat terlewati. Allah masih memberikan aku kesempatan untuk merasakan kehidupan kembali. 1 jam tidak sadar dalam kamar operasi memberikan aku banyak pelajaran untuk lebih menghargai hidup.

Ya Allah...hapuslah rasa trauma ini..mudah-mudahan yang terjadi sekarang tidak separah 4 tahun lalu. Insya Allah..pekan depan akan menentukan semuanya. Aku sudah menyiapkan mentalku untuk menghadapi semuanya.

Sabtu, 26 Desember 2009

Akhirnya ada sinyal

Pulang dari beli anten televisi HPku tiba2 bunyi, ada sms masuk..eh ternyata dari botto..hhhmmm tapi smsnya pake bahasa bugis salah2 nih...de'gaga canrina..apa mksudnya ya...ngga pikir 2 kali aku lansung nelpon kenox and alhamdulillah nyambung...trnyata itu sms yg ingin dia maksud nda ada perhatiannya,,,ha,,ha,,,aku ketawa sampai guling2..pingin bahasa bugis tp ngga tau gini deh jadinya...tp namanya juga usaha..he..he..

Malam ini aku bahagia karena mendengar kabarnya baik-baik saja. Aku tak pernah mengharapkan apa2 kecuali mengetahui kabarnya..itu udah cukup membuat aku bahagia

Cinta yang Baru

Memulai cinta yang baru bukanlah hal yang mudah. Mencoba mengerti sifat dan kepribadian seseorang sama halnya memasuki kehidupan baru yang berbeda dengan yang pernah dialami. Tapi ini sesuatu hal yang menantang buat aku.

jangan pernah takut patah hati dan gagal dalam cinta
Karena tanpa melalui semua itu, kamu tidak akan mengenal cinta sejati


kata-kata bijak di atas kucoba aplikasikan dalam kehidupanku. Ketika seseorang menawarkan untuk menjadi orang terdekatku untuk mencoba berbagi denganku, kucoba untuk membuka hatiku(jadi ingat lagunya armada buka hatimu). Dia bukanlah sosok yang baru sebenarnya dalam kehidupanku, seorang sahabat lama dan kami dipertemukan oleh waktu dan kondisi meski hanya lewat telepon. Aku pikir apa salahnya mencoba untuk mengenalnya lebih dari sekedar teman...

Akhirnya cinta dan sayang itu hadir kembali...aku bahagia mampu merasakannya. Rasa yang jauh lebih indah dari yang pernah kualami. Mungkin masih terlalu dini semuanya namun aku sangat berharap rasa ini tak berubah dimakan waktu.

Kehidupan Baruku

Ada saatnya seseorang harus memulai kehidupan baru setelah rencana-rencana dalam hidupnya mengalami kegagalan..meskipun semuanya sulit namun tetapi hidup harus terus berjalan....

Seperti inilah yang kualami dalam kehidupanku sekarang ini. 7 tahun aku punya mimpi bersamanya...Rencana kehidupan yang sangat matang, mulai dari mengenal karakter masing-masing, saling mengenal keluarga, merencanakan sebuah pernikahan hingga kehidupan setelah pernikahan. Ngga ada yang luput dari perencanaan hingga hal-hal sepele dan mungkin kedengarannya lucu, tanggal, bulan dan tahun pernikahan, hingga nama anak-anak nantinya kalau sudah bersama. Namun...Allah menunjukkan kekuasaanNYA, manusia hanya bisa berencana. Takdir ternyata berkata lain...semuanya berakhir tanpa manusia mampu mencegahnya...Tidak ada masalah yang berarti, hanya perdebatan kecil yang tidak mampu terselesaikan karena perbedaan karakter.

Bangkit dari keterpurukan yang sangat mendalam bukanlah perkara mudah...3 hari aku terkapar tanpa mampu melakukan apapun, aku hanya bisa menangis. Air mata ini terlalu mudah untuk jatuh. Aku begitu rapuh, aku tidak pernah siap dengan kondisi ini...selama ini aku hanya menyiapkan diriku untuk menjadi pendampingnya namun aku tidak pernah menyiapkan diriku untuk hal sebaliknya...Aku tidak pernah membayangkan kehidupanku tanpa dirinya namun inilah yang harus kujalani mulai hari ini tgl 10 November 2009. Di saat kondisi sulit ini pun aku masih berharap ada sebuah keajaiban...mungkin lucu kedengarannya, hhmmm tapi itulah pengharapanku yang tidak siap dengan kondisi yang ada. Aku berharap ini kejutan ulang tahun buat aku yg tinggal 10 hari lagi. Mungkin dia ingin aku marah2 truz setelah tgl 20 akan meminta maaf dan bilang maaf ya sengaja bikin kamu jengkel seperti yang dia lakukan tahun lalu sehari sebelum ultahku. 10 hari aku berusaha menunggu...mengharapkan semuanya hanya permainan namun semuanya ternyata kenyataan pahit yang harus aku jalani. Hari ulang tahunku terlewati, tak sepatah katapun yang terucap sebagai prmohonan maaf and ucapan selamat ulang tahun. 2 hari kemudian dia menelpon menanyakan kabarku and bilang maaf ultahnya aku lupa.

Begitu ironis memang kehidupan ini...perasaan sayang, cinta selama 7 tahun ternyata begitu mudahnya terlupakan. Alasan yang begitu sepele untuk mengakhiri sebuah hubungan "ngga bisa ngerti sifatmu and mungkin kamu bisa dapat orang yg lebih mngerti". Dia mempersoalkan tentang sifat keras kepalaku, rasa curigaku yang terlalu besar, pencemburuku, posessifku...lengkaplah semua sifat jelekku diurai satu persatu...Kenapa baru sekarang????????? kamu kemana selama 9 tahun mengenal aku...????Dengan suara yg kecil kamu bilang aku punya orang lain yg lebih memahami aku...kalau kamu tidak keberatan aku tidak ingin melepaskanmu tapi aku juga ingin menjalani bersamanya...sakit..sakit...sakit banget hati ini. Ternyata sebuah permintaan untuk menduakan aku...aku berusaha untuk tetap tegar mendengarnya. Aku harus dewasa menghadapi ini semua. Kucoba untuk memberikannya sebuah pilihan untuk mengakhiri hubungannya dan memaafkannya serta melupakan masalah ini dan menganggap ini adalah kesalahanku yang lalai memperhatikannya. Dia tidak mampu untuk mengambil sebuah keputusan...akhirnya setelah terdiam beberapa menit aku mulai bicara "Kalau memang kamu tidak bisa mengambil keputusan, aku yang akan ambil keputusan untuk pergi dari hidupmu, mungkin masih jelas komitmen yang kita bangun dari awal bahwa semua kesalahan bisa termaafkan kecuali perselingkuhan". Makasih udah pernah membuat aku bahagia meskipun semuanya harus berakhir dengan sangat menyakitkan...

Cinta adalah ketika kita mampu menerima kelebihan dan kekurangan pasangan...Berusaha memahaminya tanpa harus mengeluh. aku sudah tak mendapati itu semua dalam hubungan ini dan mungkin berpisah adalah pilihan yang paling tepat.