Senin, 28 Desember 2009

Periksa ke Dokter

Hari ini ngga masuk kerja pagi2 seperti biasanya..aku harus kerumhsakit memeriksakan kesehatanku...udah kurang lebih 1 bulan migrain menyerangku. Rasanya sakit banget kalau datang. Puncaknya tadi malam, aku tidak kuat lagi menahan rasa sakitku. Kuputuskan untuk kedokter hari ini. Meskipun trauma untuk menginjakkan kaki di rumah sakit sebenarnya masih menyerangku...4 tahun yang lalu sebuah peristiwa besar terjadi dalam kehidupanku. Aku harus menjalani sebuah operasi yang membutuhkan kesiapan mental. Aku jadi teringat lagi semuanya hari ini. Hari itu aku hanya kerumhsakit karena keluhan sakit dada namun mencoba untuk bertanya sesuatu kepada dokter and dokter memeriksaku dengan teliti. Ternyata hasilnya di luar dugaanku, ada sakit yang jauh lebih parah dari sakit dada. Penyakit yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya akan aku derita. Aku dirujuk ke rumahsakit wahidin hari itu juga. Diperjalanan aku sempat memohon kepada Allah untuk memberikan aku jalan yang terbaik. Setelah pemeriksaan maraton selama kurang lebih satu minggu di Rumah sakit Wahidin, mulai dari tes darah, jantung, hingga rongsen..and semua yang ada pada diriku akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Ya Allah..cobaan apalagi ini..membayangkan diriku masuk rumahsakit saja ngga pernah apalagi sampai harus di operasi. Mengapa aku dihadapkan cobaan yang begitu berat. Aku masih sempat tersenyum di depan dokter yang memvonisku sebelum air mataku menetes dengan derasnya. Aku manusia biasa...cobaan ini terlalu berat buatku di umur yang masih sangat muda.

Kucoba menerima cobaan ini dengan ikhlas...Dokter meminta aku untuk mengurus kamar hari itu juga supaya pekan depan bisa dilakukan operasi. Aku minta waktu 2 minggu untuk menghadapi final namun dokter tak ingin ambil resiko. Ya Allah..kembali aku harus memilih lagi, mudah2an ini pilihan yang terbaik. Aku harus rawat inap hari ini. Setelah mengurus semua administrasi dan kamar serta semua yang diperlukan, kucoba untuk memberi tahu mama lewat sms kalau aku sekarang di rumah sakit dan kalau sempat supaya dia kemakassar besok. Aku tau mama juga sangat terpukul namun beliau tetap berusaha menghiburku. Aku pun berusaha tegar, aku yakinkan padanya kalau semuanya akan berakhir dengan baik-baik.

Kejadian ini udah empat tahun terlewati namun masih sangat kuat diingatanku...di umurku yang masih sangat muda 21 tahun aku sudah harus merasakan berada di kamar operasi. 2 hari sebelum operasi, aku sempat drop hebat, tekanan darahku menurun. Aku mengalami depresi berat, ini sangat sulit untuk kulalui. Dokter ingin menunda sampai semuanya normal tapi kuyakinkan kalau aku akan baik-baik saja.

Semuanya akhirnya dapat terlewati. Allah masih memberikan aku kesempatan untuk merasakan kehidupan kembali. 1 jam tidak sadar dalam kamar operasi memberikan aku banyak pelajaran untuk lebih menghargai hidup.

Ya Allah...hapuslah rasa trauma ini..mudah-mudahan yang terjadi sekarang tidak separah 4 tahun lalu. Insya Allah..pekan depan akan menentukan semuanya. Aku sudah menyiapkan mentalku untuk menghadapi semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar